±5 Juta - Pra-Abad 15
Masa Alam Purba & Hunian Awal
- Wilayah Cilaja merupakan bagian dari laut dangkal.
- Proses geologi membentuk batuan karang fosil di kawasan Cisande dan lereng Ciremai.
- Perubahan iklim Pleistosen menuju Holosen menciptakan kondisi ekologis yang stabil.
- Kawasan lereng Ciremai mulai dihuni oleh manusia.
- Berkembangnya budaya Neolitik dalam konteks Cipari-Cibuntu.
- Situ Cimananga diposisikan sebagai pusat kosmologis dan sumber kehidupan.
600 - 1482 M
Masa Sunda Kuno & Kabuyutan
- Kuningan-Cilaja masuk dalam jaringan politik dan budaya Galuh-Sunda.
- Cilaja berfungsi sebagai mandala atau kabuyutan.
- Kehidupan masyarakat diatur oleh norma adat, kosmologi Sunda, dan penghormatan terhadap alam.
- Peristiwa Bubat di Majapahit berdampak pada psikologi politik elite Sunda.
- Menjelang akhir Pajajaran, Cilaja tetap bertahan sebagai wilayah adat.
1480 - 1650 M
Transisi Islam & Pengaruh Cirebon
- Gelombang awal Islam masuk ke pedalaman Kuningan melalui jalur Cirebon.
- Mahesa Suro dikenal sebagai pembawa ajaran Islam tahap awal di Cilaja.
- Islamisasi struktural dikaitkan dengan utusan Kesultanan Cirebon yaitu Arya Sulthon Nangga.
- Struktur desa mulai terbentuk dengan munculnya jabatan religius seperti lebe (Eyang Lebe Damar).
- Pengaruh Mataram masuk melalui jalur logistik Perang Mataram-Batavia.
1662 - 1770-an
Tokoh & Genealogi Cilaja
- Wafatnya Panembahan Girilaya menandai krisis politik di Cirebon.
- Pangeran Kertadiningrat memilih uzlah ke pedalaman, menjadikan Cilaja sebagai pusat spiritual dan genealogis.
- Tradisi naskah dan kitab keluarga berkembang pesat di Cilaja.
1813 - 1941 M
Desa Administratif & Kolonial
- Wafatnya Buyut Ngabei dibuktikan dengan nisan bertahun pasti pada tahun 1813 M.
- Catatan Wilsen menyebut nama "Tjiladja" dan jabatan kuwu.
- Buyut Candrapura menjabat sebagai kuwu pada periode 1857-1866 M.
- Masa kepemimpinan Kuwu Nunasim diwarnai krisis hama dan diaspora penduduk.
- Kuwu Jayaparana memimpin pemulihan sosial serta pembangunan mihrab masjid pada tahun 1924.
1942 - 1949 M
Pendudukan Jepang & Pasca Proklamasi
- Pemerintahan desa bergeser menjadi sistem Ku-cho di bawah kendali Jepang.
- Penerapan kontrol sosial melalui Tonarigumi dan eksploitasi ekonomi Nogio Kumiai.
- Warga bertahan hidup dengan mengonsumsi suweg, oyek, dan menanam pohon jarak.
- Pengerahan romusha untuk pembangunan lapangan udara militer di Beusi, Majalengka.
- Pembentukan KNI Desa dan BKR menyusul Proklamasi Kemerdekaan.
- Desa Cilaja menjadi salah satu titik kumpul konsentrasi massa rakyat menuju rapat raksasa di Alun-alun Kuningan tahun 1949.